Category Archive Berita

Byprodifai

Unwahas Wisuda 625 Mahasiswa, 14 Mahasiswa Asing

SEMARANG,KRJOGJA.com – Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Prof Dr H Mahmutarom HR SH MH mewisuda 625 mahasiswa di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Rabu (7/11/2018).

Di antara wisudawan terdapat 14 mahasiswa asing program reguler, 4 dari Afganistan Prodi S1 Akuntansi dan 10 dari Thailand prodi S1 Hubungan Internasional dan S1 Pendidikan Agama Islam. Lulusan terdiri Program Magister 27 orang, Profesi Apoteker  84, S1 Fakultas Ekonomi 100, S1 Fisip 21, S1 Fakultas Teknik  26, S1 Fakultas Pertanian 17, S1 Fakultas Farmasi 139, S1 Fakultas Hukum 9, S1 FKIP 85, S1 Fakultas Agama Islam 117. Sampai wisuda periode ini Unwahas telah meluluskan 11.797 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Rektor Unwahas Prof Dr H Mahmutarom HR SH MH dan WR I Dr H Mudzakir Ali MA menyatakan khusus untuk profesi apoteker, dari 84 peserta ujian, 100 persen dinyatakan lulus semua. Di Indonesia  hanya 6 perguruan tinggi penyelenggara profesi apoteker yang kelulusannya 100 persen, yaitu Universitas Indonesia, ITB, UNPAD Bandung, UGM Jogyakarta, Universitas Surabaya dan Universitas Wahid Hasyim. Indeks Prestasi tertinggi nasional yaitu 3,97 diraih mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Unwahas Lilis Rejeki. (sgi)

(sumber : http://krjogja.com/web/)

Byprodifai

Unwahas Sukses Kelola “China Corner”

SEMARANG-Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) hingga kini masih mendapat kepercayaan dari negara Cina untuk menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan. Sebagai wujud nyata di antaranya sukses dan konsisten mengelola pembelajaran budaya asing yang diberi nama ”China Corner” yang berfungsi bagi mahasiswanya untuk memperkenalkan budaya Cina.

Rektor Unwahas, Prof Mahmutarom membenarkan bahwa pada Rabu (1/3) sore kampusnya dikunjungi rombongan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dari Surabaya. Mereka yang hadir di antaranya Konjen RRT Mr Gu Jingqi, Mrs Wang Chun dan Konjen Ms Liu Jiahui. “Konjen dari RRT memang sering berkunjung ke sini dan memantau melihat ruang”China Corner” di Unwahas. Kita patut bangga karena tidak semua kampus punya China Corner,” urainya.

Dikatakan bahwa Unwahas dan Cina memang sebelumnya sudah melakukan kerjasama resmi sekitar sejak 2015. “Kerjasama saling menguntungkan, karena kita juga diberikan beasiswa bagi mahasiswa dan dosen yang akan kuliah S2-S3. Kompensasinya kita bantu mereka dengan membuka ruang “China Corner” di sini,” urainya.

Senada dikatakan Ketua Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) Unwahas, Nanang Nurcholis MA, perlu bangga jalinan kerjasama ini. “Hingga Cina masih terus memberi kepercayaan ke Unwahas dan kini juga sudah ada dosen dan alumni kami dapat beasiswa kuliah S2-S3 di Cina,” ucapnya. Rombongan Konjen RTT dari Surabaya kemarin juga meninjau ruang “China Corner” dan sempat ramah tamah dengan mahasiswa dengan didampingi para wakil rektor dan dekan. (04)

(sumber : https://jatengnews.net/)

Byprodifai

Unwahas Lepas Wisudawan Asal Afganistan dan Thailand

GAYAMSARI  – Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) menggelar upacara wisuda sarjana di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), baru-baru ini. Kampus itu, melepas sebanyak 468 lulusan. Di antaranya dari Afganistan, dan Thailand.

’’Sebanyak 16 orang mahasiswa asing tahun ini, lulus dalam perkuliahan yang diselenggarakan oleh kampus ini. Mereka terdiri atas empat orang asal Afganistan dan 12 lainnya dari Thailand,’’ tutur Rektor Unwahas, Prof Dr Mahmutarom, usai memimpin upacara wisuda.

Disebutkan, mahasiswa asing tersebut datang ke Indonesia, tertarik mempelajari budaya dan nilai-nilai keislaman. Pilihannya jatuh pada Unwahas, yang menerapkan metode perkuliahan dengan karakter Islam ahlus sunnah wal jamaah. ’’Hal inilah yang membuat kampus ini banyak dicari calon mahasiswa dari mancanegara.

Unwahas bahkan ikut mendapat kepercayaan dari Pemerintah Irak, Yordania, dan India yang berkeinginan mengirimkan mahasiswa ke tempat ini,’’ papar pakar ilmu hukum pidana itu. Wakil Rektor I Dr Mudzakir Ali menambahkan, upacara wisuda merupakan salah satu momentum penting dalam kehidupan akademi kampus.

Melalui forum itu, Unwahas ingin mempersembahkan lulusan bertalenta terbaik. Sumber daya mumpuni para alumni kampus diinginkan menambah sumber daya manusia yang berkualitas di tengah era pembangunan dan modernisasi.

Ilmu, yang didapatkan selama menempuh studi di Unwahasakan disiapkan menjadi bekal dalam berkiprah di masyarakat luas. ’’Lulusan kami juga sudah terbukti mewarnai semua sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lahir sosok guru, dosen, birokrat, apoteker, pengusaha, advokat, hingga politisi kampiun dari rahim perguruan tinggi ini,’’ jelasnya di depan hadirin dan tamu undangan yang salah satunya anggota DPR RI dan mantan Rektor Unwahas, Noor Achmad.

(sumber : https://www.suaramerdeka.com/smcetak)

Byprodifai

Unwahas Kirim Lima Mahasiswa KKN ke Thailand

METROSEMARANG.COM – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mengirimkan lima mahasiswanya untuk mengikuti program PPL dan KKN di Pattani Thailand. Mereka beras dari Fakultas Agama Islam (FAI). Tiga dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan dua dari Pendidikan Guru Madrasah dan Ibtidaiyah (PGMI). Rencananya mereka akan mengikuti kegiatan itu selama empat bulan.

Wakil Rektor I Unwahas, Prof Mahmutarom mengatakan, kegiatan tersebut merupakan peluang bagi lima mahasiswa yang dinyatakan sudah siap mengikuti pertukaran mahasiswa. Dia mengatakan, begitu memeroleh surat dari Majelis Agama Islam Wilayah Pattani Thailand (MAIP), Unwahas langsung merespons.

“Ini juga menindaklanjuti Unwahas dengan Thailand yang sebelumnya sudah melakukan kerjasama,” katanya, Sabtu (24/10).

Dijadwalkan, mahasiswa Unwahas sudah berada di Thailand pada 30 Oktober mendatang. Untuk itu saat ini pihak kampus memberikan motivasi terlebih dulu.

Dekan Fakultas Agama Islam Unwahas, Nur Cholid menambahkan, mahasiswa tersebut nantinya akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai bidang studinya. Dia berharap mahasiswa merasa nyaman saat berada di Thailand. Pasalnya Thailand memiliki  kondisi geografis dan penduduknya hampir sama dengan Indonesia.

“Lima mahasiswa yang kami kirim ini semuanya masih semester tujuh dan setelah pulang dari Thailand mereka langsung melanjutkan skripsinya. Harapannya April 2016 mereka bisa segera wisuda,” katanya. (arf)

(sumber : https://metrosemarang.com/)

Byprodifai

Unwahas Kerjasama Dengan Nusantara Foundation New York

SEMARANG,KRJOGJA.com- Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Prof Dr H Mahmutarom SH MH dan Direktur Nusantara Foundation New York Amerika Serikat Dr Shamsi Ali menandatangani naskah kerjasama (MOU) di kampus Fakultas Kedokteran Unwahas Kalipancur, Senin (10/07/2017).

Penandatangan kerjasama dilanjutkan kuliah umum oleh Dr Shamsi Ali dan Peggy Melati Sukma disaksikan anggota DPR RI Dr Noor Achmad MA, Ketua Yayasan Wahid Hasyim Suwanto MBA dan sejumlah pejabat NU Jateng ini menyangkut penelitian bersama, bantuan studi lanjut mahasiswa dan dosen Unwahas ke Amerika dan lain sebagainya.

“Dr Shamsi Ali merupakan Imam Masjid Besar di New York AS yang juga president Muslim Foundation of Amerika. Kerjasama dengan yayasan Dr Shamsi Ali ini juga untuk mengembangkan Islam Nusantara di Amerika lewat berbagai penelitian dan kajian. Kita ingin mengenalkan ke Eropa dan Amerika bahwa Islam di Indonesia itu ramah dan cara dakwah yang pas untuk warga Amerika lewat cara dakwah-dakwah para kyai Indonesia lewat Islam Nusantara yang damai dan toleran” ujar Rektor usai panandatanganan.

Dr Syamsi Ali menyatakan kerjasama dengan tersebut untuk mengembangkan Islam Nusantara dan pendidikan di Amerika sangatlah bagus.  Pandangan Barat tentang Islam identik dengan kekerasan, ancaman dan lain sebagainya harus diluruskan lewat perilaku umat Islam sendiri serta menggunakan cara-cara dakwah yang menyejukkan, mencari teman dan bukan permusuhan. (Sgi)

(sumber : http://krjogja.com/web/)

Byprodifai

Unwahas Bidik Peluang Beasiswa yang Difasilitasi Taiwan

Sampangan-kopertis6.or.id- Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) melakukan penandatangan MoU dengan Taiwan Education Expo(TEC) dan Alfalink yang difasilitasi oleh Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) Unwahas, Jumat (4/8) di kampus Sampangan. Ketua KUIK, Nanang Nurcholis mengatakan, mengenai kerjasama ini kami dipercaya oleh pemerintah Taiwan untuk membantu menyalurkan kerjasama pendidikan.

“Taiwan saat ini sedang gencar membuka peluang beasiswa. Ini tentu merupakan kesempatan emas, sehingga kita targetkan di 2018 ada sepuluh mahasiswa dari Unwahas untuk studi lanjut di sana.” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk beasiswa studi lanjut ini akan kita ambil dari para lulusan Unwahas, dapat pula dari para dosen yang berkeinginan menempuh program Doktoral. “Di Taiwan banyak pilihan perguruan tinggi berkualitas bagus untuk dijadikan pilihan studi lanjut.” tegasnya

Kegiatan kerjasama dan workshop dihadiri WR.I Unwahas, Dr. Mudzakir Ali, WR.III Adi Purwono, Direktur Alfalin Imam Santoso, dan Direktur TEC Ivan Arista yang merupakan konsultan untuk membantu akademisi menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Taiwan.

Adi Purwono menjelaskan, kerjasama bersama Alfalink dan TEC adalah untuk pertama kalinya. Tujuan dari kerjasama ini sebagai akselerasi Unwahas dalam upaya go internasional. “Kita dapat mengenal lebih dekat dengan Taiwan dengan melalui pertukaran dosen dan mahasiswa.” katanya

Direktur Alfalin, Imam Santoso menambahkan, pihaknya sengaja menggandeng Unwahas untuk membantu memfasilitasi kerjasama yang ditawarkan oleh Taiwan.

(Sumber : http://www.kopertis6.or.id/)

Byprodifai

Unwahas Berikan Beasiswa Pascasarjana kepada Anggota Pergunu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bekerja sama dengan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jateng menyeleksi ratusan calon mahasiswa yang mengajukan beasiswa Pascasarjana di aula Pascasarjana Unwahas.

Kriteria seleksi mengutamakan guru-guru NU di madrasah yang berprestasi dan telah menjadi anggota Pergunu.

Ketua Pergunu Jateng, M Faojin mengatakan, peserta yg mengikuti penerima beasiswa ada tiga kategori, yaitu untuk magister pendidikan Islam, magister Muamalat dan program doktor Islam Nusantara. Ketiga kategori merupakan jurusan yang ada di Program Pascasarjana Unwahas.

Ia mengatakan, beasiswa pascasarjana Unwahas tersebut akan diberikan kepada anggota Pergunu yang lolos sesuai ketentuan dan berdasarkan prestasi akademik dan loyalitas.

Kriteria penilaian bagi calon penerima beasiswa menurutnya harus mempunyai prestasi akademik dibuktikan dengan melampirkan nilai IPK. Serta wajib dan siap menanamkan sifat moederatisme dalam beragama, semua itu bertujuan untuk meningkatkan SDM Guru NU yg tergabung dalam Pergunu.

“Program ini hasil kerjasama antara Unwahas dan Pergunu Jawa Tengah. Mengenai besaran nilai beasiswa yang akan diberikan merupakan kebijakan kampus dan langsung diimplementasikan dalam biaya semester,” katanya, dalam keterangan kepada Tribun Jateng, Kamis (6/9/2018).

“Kami harapkan, setelah lulus nantinya dapat memberikan kontribusinya untuk kemajuan NU dan Pergunu,” harapnya.

Selanjutnya hasil pengumuman penerima beasiswa bisa diakses di website pascasarjana Unwahas pada 13 September mendatang. (*)

(sumber : http://jateng.tribunnews.com/)

Byprodifai

UNISMA LAKUKAN KERJASAMA DENGAN UNWAHA

Malang. 19/07/16 Universitas Islam malang (Unisma) kembali melakukan kerjasama dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang (UNWAHA) . Kunjungan yang dihadiri oleh Rektor UNWAHA, Dr. H. Anton Muhibuddin, MP beserta jajarannya ini bertujuan untuk meningkatkan kurikulum khususnya di bidang pertanian serta peningkatan jumlah publikasi internasional yang terindeks di Scopus (pusat data terbesar di dunia untuk mengukur kehandalan jurnal internasional.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H.Maskuri, M.Si menyambut positif kedatangan UNWAHA. Beliau mengatakan bahwa Unisma terus melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik. “Seribu tanaman buah langka akan di tanam di Unisma ini, kami ingin mengoleksi tanaman ini karena bentuk cinta terhadap tanah air.”tuturnya.

Wakil Rektor I Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D menuturkan bahwa di Unisma jumlah artikel masih rendah, sehingga masih didiskusikan dengan beberapa dosen untuk semakin termotivasi dalam mempublikasikan artikel. “Kami berharap dengan adanya MoU ini dapat meningkatkan publikasi internasional masing-masing universitas, sehingga sama-sama menguntungkan.”tuturnya.

Ia menambahkan bahwa dalam perjalanan kerjasama ini akan dibentuk tim untuk mereview kurikulum khususnya di bidang pertanian. “Semoga dengan adanya kerjasama ini dapat saling bertukar pikiran dan dapat memajukan universitas.”tutupnya. (nin)

(Sumber : http://www.unisma.ac.id/)

Byprodifai

Seminar Kepramukaan: Pendidikan Moral dan Karakter Jaman Now

Semarang, Rahidhas- Dewan Racana Wahid Hasyim (Rahidhas) Gugus Depan Kota Semarang 03.071-03.072 berpangkalan di Universitas Wahid Hasyim selenggarakan Seminar Kepramukaan Sabtu (03/03) kemarin.

Kegiatan yang menjadi salah satu Program Kegiatan Dewan Racana masa bhakti 2017/2018 tersebut dilaksanakan di Gedung B3 Kampus I Sampangan Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang.

Kegiatan yang bertemakan “Penguatan Karakter di Era Globalisasi melalui Pendidikan Kepramukaan” diikuti oleh 100 Anggota Pramuka SMA, SMK, dan MA (Penegak) se Kota Semarang, dan 50 Anggota Pramuka PTN, PTS (Pandega) se Jawa Tengah.

Terselenggarannya Seminar Kepramukaan, penguatan moral dan karakter dijaman now melalui pendidikan kepramukaan tak lain adalah salah satu bentuk ikhtiar Gerakan Pramuka Universitas Wahid Hasyim dalam menyikapi perilaku sosial anak muda diera digital. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tak ubahnya jangan sampai generasi muda yang merupakan agent of change hanyut dan terpesona akan kecanggihannya. Akan tetapi bagaimana menyikapi dan memanfaatkannya dengan bijak.

Di era digital, semua orang tak lepas dari yang namanya gadget, yang didalamnya terdapat aplikasi social media dan tak lepas dari informasi-informasi berbagai hal yang sangat minim filterisasinya. Hal ini mampu menjadikan pribadi seseorang mudah terprovokasi dan kurang bijak dalam menyikapinya.

Melalui Seminar Kepramukaan ini, aggota pramuka diajak bersama-sama menguatkan karakter, moral, etika, untuk menyikapi dan mampu memfilter informasi yang ada di media sosial tersebut. “Saya turut bangga dengan adek-adek racana, semangat kepedulian akan moral dan karakter tidak luntur tergerus zaman”, tutur Ka. Gudep 03.072, Kak. Dr. Sari Hernawati, M.Pd.

Saya berpesan, lanjut kak Sari, jangan berhenti mengikuti kegiatan ini (pramuka), karena didalamnya mendidik kita dengan nilai-nilai karakter dan moral yang mampu menyikapi persoalan-persoalan kehidupan, khususnya jaman sekarang yang krisis akan moral.

Keprihatinan Dewan Racana Wahid Hasyim membuahkan ide pemikiran untuk menyelenggarakan kegiatan ini dengan pemateri yang ahli dibidangnya. Diantara pemateri adalah Kak Kholfan Zubeir, M.Pd.I, yang merupakan Dosen Fakultas Agama Islam Unwahas sekaligus beliau adalah Pelatih Pembina Kwartir Cabang Kota Semarang. Beliau menyampaikan materi tentang Pendidikan Moral untuk Kids Jaman Now melalui Kepramukaan. Dan pemateri kedua adalah Kak. Dr. Soekardi, M.Pd. beliau merupakan Purna Bhakti Sekretaris Kwartir Daerah Jawa Tengah. Beliau juga dosen Universitas Wahid Hasyim di PJKR dan Pascasarjana. Beliau kak Soekardi menyampaikan materi tentang Implementasi nilai-nilai moral dalam dharma pramuka poin ke 10 (suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan).

Kegiatan seminar merupakan kali pertama yang di selenggarakan oleh Racana Wahid Hasyim, yang sebelumnya kegiatan pelatihan-pelatihan yang memadati program Rahidhas. Hal ini mendapat apresiasi dari bagian kemahasiswaan. “saya secara pribadi sangat senang, racana mengadakan kegiatan semacam ini, karena pramuka tidak harus melulu kegiatannya baris berbaris, tali temali, dan lain sebagainya, ini (seminar) pun juga penting untuk menambah wawasan”. Jelas Ka. Bag. Kemahasiswaan, Kak Ali Imron, M.Pd.I.

Sebagai anggota pramuka di Unwahas, lanjut kak Ali Imron, hendaknya dalam berkegiatan lebih diarahkan untuk meneladani nilai-nilai karakter ataupun akhlak Nabi Muhammad SAW, karena kampus kita adalah kampus Aswaja.

Disampaikan juga oleh ketua dewan Rahidhas masa bhakti 2017/2018, kak Farah AS., bahwa Dewan Racana akan terus meningkatkan dan terus menginovasi program-program Rahidhas kedepan hingga akhir masa jabatan. Tidak sampai disitu, kami juga akan terus mengabdikan diri untuk membimbing adek-adek kami di Rahidhas Unwahas ini.

(sumber : http://pramukaunwahas.org/)

Byprodifai

POLDA Jateng Jalin Kemitraan Dengan UNWAHAS

Sampangan –  Penandatanganan MoU oleh Kapolda Jateng, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Drs. Dwi Priyatno dan Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Dr. H. Noor Achmad, menandai dimulainya kerjasama antar kedua belah pihak. Acara yang  berlangsung di kampus setempat tersebut dihadiri oleh pejabat teras, baik yang ada dijajaran Polda Jateng maupun Unwahas (23/10).

Maksud dari kesepahaman meliputi berbagai aspek, salah satunya yakni meningkatkan kualitas akademik dan sumber daya manusia sesuai dengan tugas dan fungsi kelembagaan masing-masing pihak, agar dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan bidang hukum.

Kapolda mengatakan, dengan adanya MoU ini saya persilahkan bagi  jajarannya yang berkeinginan melanjutkan kuliah bisa mendaftar di Unwahas. Ada wacana baru, tahun 2015 nanti penyidik POLRI harus perwira dan sarjana (S1).

Irjen Pol. Dwi Priyatno berharap, kemitraan ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat kampus, akan tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat yang berada disekitar kampus, khususnya terkait dengan kamtibmas.

Orang nomor satu dijajaran Kepolisian Jateng tersebut tidak lupa menyampaikan beberapa pesan kepada mahasiswa Unwahas agar memiliki visi dalam belajar, punya obsesi dan optimis. Tanamkan rasa ingin tahu, juga tanamkan mental spiritual.

Rektor Unwahas menyampaikan, lembaganya siap membantu POLRI dalam menjaga ketertiban masyarakat. Dirinya juga mempersilahkan bagi polisi yang berkeinginan kuliah di Unwahas, begitu pula Unwahas akan mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di Kepolisian.

“Kerjasama ini juga meliputi aspek pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program jangka pendek  kita prioritaskan untuk pendidikan. Kami akan mengirim mahasiswa untuk belajar di Kepolisian, khususnya mengenai pembinaan masyarakat”, tandas Rektor.

Dr. H. Noor Achmad menambahkan, kepada pihak kepolisian yang berkeinginan kuliah silahkan mendaftar di Unwahas. Di tempat kami  terdapat 7 fakultas dan 20  program studi (progdi), tinggal pilih mana yang diinginkan. Bagi polisi yang menginginkan studi Pasca Sarjana, tidak lama lagi kami juga akan membuka progdi baru untuk S3, yakni Islam Kebangsaan.

“Program studi yang satu ini lebih banyak mengkaji tentang hubungan Islam dan bangsa, bagaimana Islam membentuk bangsa, bagaimana bangsa itu berpengaruh terhadap Islam” jelas rektor diakhir wawancara.

(sumber : http://www.kopertis6.or.id/)